Budaya dan 7 Sikap dasar di MAN Insan Cendekia Serpong
MAN Insan Cendekia serpong merupakan
Madrasah Aliyah Negeri (Setara dengan SMAN) berbasis asrama. MAN
Insan Cendekia serpong ini terletak di BSD City sektor XI,Jalan cendekia Ciater
Kec. Serpong,Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. MAN Insan Cendekia
Serpong didirikan pada tanggal 21 September 1996 atas ide dari Prof. Dr –Ing.
Bacharuddin Jusuf Habibie. MAN Insan Cendekia Serpong didirikan dengan tujuan
untuk memberdayakan sekaligus mendidik para remaja Islam agar bisa bersaing dan
mengikuti perkembangan zaman. Pada mulanya BPPT mendirikan Magnet School, yang
nantinya berubah menjadi SMU Insan
Cendekia di Serpong dan Gorontalo, dan pada tahun 2001 SMU IC ini berpindah
pengelola dari BPPT ke Kementerian Agama RI lalu berganti nama menjadi MAN
Insan Cendekia.
Di MAN Insan Cendekia
Serpong,terdapat beberapa budaya Islami dan 7 sikap dasar yang harus dimiliki
dan diterapkan oleh para peserta didik. Beberapa budaya Islami yang ada di MAN
Insan Cendekia Serpong diantaranya adalah budaya salam. Dimana para siswa
diwajibkan mengucapkan salam kepada teman sebaya (yang sejenis,laki-laki tidak
boleh salam ke perempuan dan sebaliknya perenpuan tidak boleh salam ke
laki-laki),kakak-kakak kelas, Guru-guru, civitas MAN IC Serpong, orang tua wali
murid dan tamu yang berkunjung ke sini. Budaya salam ini telah dilestarikan
sejak dulu dan menjadi salah satu ikon MAN IC. Budaya selanjutnya adalah hijab.
Hijab disini artinya menjaga jarak antara laki-laki dan perempuan. Hal ini
sesuai dengan ajaran Islam yang memang melarang berdekatan dengan yang bukan
mahromnya, apalagi sampai bersentuhan dengannya.
Selain itu ada juga 7 sikap dasar
Insan Cendekia yaitu : Ikhlas,Jujur,Disiplin ,Bertanggung
jawab,Kebersamaan,Pantang menyerah,dan Etis. Ke tujuh hal itu harus dimiliki
dan diterapkan oleh para peserta didik. Selain memang baik disisi norma dan
nilai-nilai yang terkandung di masyarakat Indonesia. Budaya-budaya dan 7 sikap
dasar ini nyatanya memang berguna bagi kehidupan. Sikap-sikap yang mulai langka
dan sulit ditemukan saat saat ini tersebut haruslah dilestarikan sebagai upaya
memperahankan jati diri bangsa kita sendiri, bangsa Indonesia.
Komentar
Posting Komentar