Makalah Mikroekonomi : Perkembangan Pasar Properti di Kabupaten Lamongan Pada Tahun 2022
Bab I : Pendahuluan
1.1 Gambaran Umum
Lamongan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten Lamongan secara geografis terletak antara 6°51'54" - 7°23'06" Lintang Selatan dan 112°33'45" - 112°33'45" Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Lamongan sendiri sekitar 1.812,8 km2 dengan garis pantai sepanjang 47 km. Pusat pemerintahan Kabupaten Lamongan terletak di kecamatan Lamongan yang berjarak 49 km sebelah barat kota Surabaya.
Secara administratif, Kabupaten Lamongan terbagi menjadi 27
kecamatan dan 476 desa. Sementara itu, secara ciri geologis, Kabupaten Lamongan
terbagi menjadi tiga bagian yaitu Bagian selatan dan utara yang merupakan wilayah karst (bukit
kapur) dengan tingkat kesuburan sedang. Wilayah ini terdiri dari Kecamatan
Mantup, Sambeng, Ngimbang, Bluluk, Sukorame, Modo, Brondong, Paciran dan
Solokuro.Bagian tengah utara yang merupakan kawasan rawan banjir. Kawasan
ini terdiri dari Sekaran, Laren,
Karanggeneng, Kalitengah, Turi, Karangbinagun, Glagah.Bagian tengah selatan merupakan dataran rendah yang subur.
terbentang dari Kecamatan Kedungpring,
Babat, Sukodadi, Pucuk, Lamongan, Deket, Tikung, Sugio, Maduran, Sarirejo dan
Kembangbahu.
1.2 Demografi
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pada tahun 2021
jumlah penduduk di kabupaten Lamongan sebanyak 1.356.027 jiwa. Dengan Penduduk
usia kerja, yaitu penduduk yang berusia 15 tahun sampai dengan 64 tahun
tercatat sebesar 966,370 ribu orang.
Kabupaten
lamongan memiliki angkatan kerja, yaitu penduduk usia kerja (15-64 tahun) Yang
sudah bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan
pengangguran, terkecuali yang masih sekolah, mengurus rumah tangga atau
melaksanakan kegiatan lainnya selain kegiatan pribadi, sebesar 649.863
orang.
Berdasarkan
tingkat pendidikan, pekerja di lamongan didominasi oleh lulusan sekolah
menengah pertama, atas dan kejuruan sebesar 304,590 ribu orang atau 46,87%.
Diikuti dengan Pendidikan pekerja rendah (SD ke bawah), yaitu 233,106 ribu
orang atau 35,87 %, sedangkan pekerja dengan pendidikan tinggi (diploma ke
atas) hanya sekitar 80,329 ribu orang atau 12,36 %,
Kabupaten lamongan memiliki TPT (tingkat pengangguran terbuka),
yaitu persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja, sebesar
4,90%. Penganggur terbanyak dilihat dari tingkat pendidikan adalah penganggur
dengan pendidikan Sekolah Menengah Umum dengan TPT sebesar 32,74 %, sedangkan
yang terendah adalah penganggur dengan diploma ke atas yaitu sebesar 7,58 %.
Sementara itu lapangan kerja paling besar masih didominasi sektor pertanian
dengan jumlah 301.410 pekerja
1.3 Kondisi
Perekonomian
Untuk melihat kondisi perekonomian suatu daerah, lumrah digunakan
data PDRB dan PDRB per kapita dari daerah tersebut sebagai indikator awal. PDRB
adalah jumlah keseluruhan dari nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan
berdasarkan semua kegiatan perekonomian di seluruh wilayah dalam periode tahun
tertentu yang pada umumnya dalam kurun waktu satu tahun. Sementara itu PDRB per
kapita merupakan PDRB suatu daerah dibagi dengan jumlah penduduk yang tinggal
di daerah itu. PDRB per kapita menunjukkan nilai PDRB per kepala atau per satu
orang penduduk.
|
Sektor PDRB |
Produk
Domestik Regional Bruto Kabupaten Lamongan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut
Lapangan Usaha (Juta Rupiah) |
||
|
2019 |
2020 |
2021 |
|
|
Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan |
13,449,289.10 |
13,566,573.60 |
13,543,055.90 |
|
Pertambangan
dan Penggalian |
560,584.30 |
535,922.20 |
605,420.50 |
|
Industri
Pengolahan |
4,171,156.20 |
4,137,783.00 |
4,628,591.10 |
|
Pengadaan
Listrik dan Gas |
26,550.10 |
26,673.00 |
28,997.80 |
|
Pengadaan
Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang |
42,490.30 |
44,521.90 |
46,977.10 |
|
Konstruksi |
4,606,669.90 |
4,331,997.10 |
4,509,953.90 |
|
Perdagangan
Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor |
7,661,842.20 |
7,121,836.40 |
7,772,698.80 |
|
Transportasi
dan Pergudangan |
343,144.70 |
324,046.40 |
351,940.10 |
|
Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum |
687,682.70 |
641,449.90 |
696,303.20 |
|
Informasi
dan Komunikasi |
2,646,698.70 |
2,855,006.60 |
3,085,485.10 |
|
Jasa
Keuangan dan Asuransi |
815,400.30 |
825,812.50 |
853,943.20 |
|
Real Estate |
891,564.30 |
937,195.20 |
984,063.80 |
|
Jasa
Perusahaan |
113,606.70 |
108,093.00 |
114,752.40 |
|
Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib |
1,595,093.10 |
1,625,854.90 |
1,632,532.60 |
|
Jasa
Pendidikan |
1,047,794.10 |
1,084,000.10 |
1,109,826.70 |
|
Jasa
Kesehatan dan Kegiatan Sosial |
349,963.00 |
385,922.00 |
415,731.40 |
|
Jasa
lainnya |
715,955.00 |
616,898.20 |
662,615.10 |
|
PDRB |
39,725,484.60 |
39,169,585.90 |
41,042,888.60 |
Tabel 1 : Produk Domestik Regional
Bruto Kabupaten Lamongan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (sumber : BPS)
PDRB Lamongan pada tahun 2017 sebesar 34 270 505,0; tahun
2018 sebesar Rp. 37 224 236,8; tahun 2019 sebesar 39 725 484,6; tahun 2020
sebesar 39 169 585; dan tahun 2021 sebesar 41 042 888. PDRB per kapita Lamongan
tahun 2017 sebesar Rp. 28,84 juta; tahun 2018 sebesar Rp. 31,31 juta; tahun
2019 sebesar Rp. 33,11 juta; tahun 2020 sebesar Rp. 29,22 juta; dan tahun 2021
sebesar 30,27 juta. Dari data tersebut bisa dilihat bahwa selama kurun waktu
lima tahun terakhir, nilai PDRB dan PDRB per kapita Lamongan cenderung
mengalami kenaikan. Namun pada tahun 2020, PDRB dan PDRB per kapita mengalami
penurunan karena adanya pandemi Covid 19. Lalu kembali meningkat pada 2021
dibandingkan dengan 2020. Sementara itu tingkat Inflasi lamongan, yang
menggambarkan kenaikan harga barang secara umum. Selama perode 2017-2021
cenderung stabil dibawah 3 % dengan kategori rendah.
Berdasarkan data dari BPS, bisa dilihat bahwa sektor Pertanian
kehutanan dan perikanan masih menjadi penyumbang terbesar PDRB Lamongan. Dimana
pada tahun 2021 mencapai 13,543,055.90. Meskipun terjadi penurunan dibandingkan
tahun 2020 lalu. Yang mencapai 13,566,573.60. (BPS Lamongan, 2021)
Sementara itu, selama 3 tahun terakhir, terdapat lonjakan dari
sektor real estate. Dari 891,564.30 pada 2019 menjadi 984,063.80 pada tahun
2021. Lonjakan ini tidak lepas dari perkembangan kawasan lain di sekitar
Lamongan. Seperti Gresik dan Surabaya yang menjadi pusat industri dan ekonomi
Jawa timur.
BAB II : Perkembangan Pasar Properti Komersial
2.1 Pengertian Properti
Komersial
Semakin tumbuh suatu kota, semakin besar pula penduduknya.
Peningkatan jumlah penduduk ini menyebabkan peningkatan kebutuhan, baik itu,
primer, sekunder maupun tersier. Peningkatan kebutuhan ini akan mendorong
pertumbuhan ekonomi. Dengan perekonomian yang semakin besar, kebutuhan properti
bukan hanya sebatas untuk hunian/residensial. Tetapi juga komersial.
Properti komersial adalah jenis properti yang memiliki kemampuan
komersial untuk menghasilkan arus kas dari semua aspek komersialnya.
Dengan berkembangnya properti komersial, seiring waktu, harga
pasar dari properti tersebut tentunya akan berubah, mengikuti permintaan dan
penawaran pasar. Jika permintaan akan properti komersial melebihi penawarannya
(overdemand) maka harga akan naik.
Sementara itu, jika penawaran properti komersial lebih besar dari permintaanya
(oversupply) maka harga akan turun. salah
satu indikator ekonomi yang memberikan informasi mengenai perkembangan harga di
sektor properti komersial tersebut adalah Indeks Harga Properti Komersial.
2.2 Kondisi Pasar Properti Komersial
lamongan
Data mengenai properti komersial di Lamongan sangatlah terbatas.
Namun tersedia data lain yang memungkinkan pembuatan asumsi mengenai perubahan
harga properti komersial tersebut.
Wilayah terdekat dari Lamongan yang memiliki data Indeks Harga Properti Komersial dari Bank Indonesia adalah Surabaya. Berhubung Kabupaten Lamongan merupakan bagian dari kawasan metropolitan Surabaya, bisa diasumsikan bahwa terdapat keterkaitan secara pembangunan ekonomi antara Surabaya sebagai kutub pertumbuhan dan Lamongan.
Dari data tersebut bisa dilihat bahwa sejak kuartal 3 2018 sampai
kuartal 2 tahun 2021, harga properti komersial di surabaya mengalami tren
penurunan, dari 100,379 pada kuartal 3 tahun 2018 menjadi 98,98607 pada kuartal
2 tahun 2021. Atau turun sekitar 1,407%.
Penurunan indeks harga properti komersial ini salah satunya
disebabkan oleh penurunan permintaan pada beberapa jenis properti komersial,
seperti ruko dan kantor. Dimana berkembangnya e-commerce dan sistem work from
home menurunkan permintaan dikarenakan para pengusaha tidak lagi membutuhkan
properti untuk toko atau tempat menjual barang yang dipasarkannya, ataupun
untuk tempat bekerja. Sehingga banyak ruko dan kantor yang tidak laku dijual
dan terjadi oversupply.
Penurunan tajam juga terjadi pada kuartal 3 tahun 2020. Dimana
pandemi covid-19 mencapai puncaknya dan pembatasan sosial berskala besar
diberlakukan. Sehingga terjadi pembatasan mobilitas dan penurunan intensitas
kegiatan ekonomi. Ini menyebabkan jenis properti komersial lain, seperti hotel
semakin kekurangan permintaan.
|
Tahun |
Q2 2019 |
Q3 2019 |
Q4 2019 |
Q1 2020 |
Q2 2020 |
Q3 2020 |
Q4 2020 |
Q1 2021 |
Q2 2021 |
|
Indeks |
176,2 |
176,2 |
125,9 |
125,9 |
125,9 |
84,5 |
84,5 |
145,5 |
116,1 |
Tabel 2 : indeks harga properti gabungan lamongan (sumber : rumah.com)
Selain indeks harga properti komersial dari Surabaya. Tersedia
pula data indeks harga properti gabungan Lamongan yang dikeluarkan oleh
rumah.com Dimana indeks tersebut cukup berfluktuasi dan cenderung turun dari
kuartal 2 2019 sampai kuartal 2 2021. Bisa dilihat bahwa kenaikan hanya terjadi
dari kuartal 4 tahun 2020 ke kuartal 1 tahun 2021. Namun segera setelah itu,
terjadi penurunan sebesar 20 poin dari kuartal 1 2021 ke kuartal 2 2021
Lalu dengan pengamatan lapangan, ditemukan hasil yang kurang lebih sama. Dimana untuk jenis properti ruko, didapati kawasan dengan banyak ruko saat ini cenderung kosong. Seperti di dekat Stadiun Surajaya. dekat Tugu Wingko Babat. Sepanjang Pasar Agro Babat, di sekitar Tugu Roket Kedungpring, ataupun di sekitar Tugu Bandeng dan Lele Lamongan. Dan lain lain.
Untuk jenis properti apartemen, Kabupaten Lamongan sampai
saat ini masih belum mempunyai jenis properti tersebut, karena kultur rumah
tapak yang masih mengakar. Sehingga tidak ada demand yang mencukupi bagi pengembang untuk mendapatkan keuntungan
jika hendak membangun apartmen di Lamongan.
Lalu untuk hotel. Hanya sedikit hotel di Lamongan, itupun dengan
ukuran relatif kecil. Diantaranya adalah.
- Hotel Syariah Lamongan Jl. Raya Mantup No. 43, Lamongan
- Hotel Boegenviel Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 1, Sukorejo, Lamongan
- Hotel Mahkota 1 Lamongan Jl. Sunan Drajad No. 4-8, Lamongan
- Hotel Elresas Jl. KH Ahmad Dahlan No.24, Lamongan
- Hotel Grand Mahkota Lamongan Jl. Sunan Drajad No. 24, Lamongan
- Hotel Tanjung Kodok Beach Resort Jl. Raya Paciran, Lamongan
Dari beberapa hotel tersebut, persebaranya terkonsentrasi di 3
wilayah saja. Yaitu Kecamatan paciran di pantai utara, Kecamatan Lamongan di
bagian tengah-timur dan Kecamatan Babat di bagian tengah-barat. Hal ini bisa
dipahami karena ketiga tempat tersebut adalah pusat perekonomian Lamongan. Dan
selama kurang lebih 18 tahun terakhir, tidak ada pembangunan hotel baru. Ini
terjadi karena Lamongan sendiri selama ini bukanlah destinasi pariwisata
ataupun perjalanan bisnis. Sehingga sama seperti apartemen. tidak ada demand yang mencukupi bagi pengembang
untuk mendapatkan keuntungan jika hendak membangun hotel baru di Lamongan.
Sehingga berdasarkan tren penurunan indeks harga properti komersial surabaya, indeks harga properti gabungan lamongan dan pengamatan lapangan. Bisa diasumsikan bahwa harga properti komersial lamongan ikut mengalami tren penurunan. Dimana permintaan akan properti komersial lebih kecil dari penawarannya (kondisi oversupply).
Bab III : Perkembangan Pasar Properti Pemerintah
3.1 Pengertian
Properti Pemerintah
Semakin tumbuh suatu kota, semakin besar pula
kebutuhan akan infrakstruktur yang memadai. definisi infrastruktur menurut peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2015 adalah fasilitas teknis, fisik,
sistem, perangkat keras, dan lunak yang diperlukan untuk melakukan pelayanan
kepada masyarakat dan mendukung jaringan struktur agar pertumbuhan ekonomi dan
sosial masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Secara hak milik, infrastruktur tersebut adalah
properti yang dimiliki pemerintah. Properti milik pemerintah mengacu pada tanah
atau aset lain yang secara hukum dimiliki oleh pemerintah atau badan
pemerintah. Jenis jenis properti tersebut meliputi jalan raya, jembatan,
pelabuhan, bandara, terminal, stasiun, rs dan lain lain.
3.2 Kondisi Properti
Pemerintah di Kabupaten Lamongan
Perkembangan Properti
pemerintah tersebut bisa dilihat dari perkembangan berbagai jenis properti
didalamnya. Diantaranya adalah:
3.2.1 Jalan Raya
Untuk
kondisi jalan raya, Lamongan dibagi menjadi 2 bagian oleh jalan raya
tuban-surabaya yang merupakan jalan nasional. Jalan tersebut melewati beberapa
kecamatan yaitu kecamatan Babat, Pucuk, Sukodadi, Turi, Lamongan dan
Deket. Lalu di wilayah utara, Lamongan dilewati oleh jalur pantura yang
membentang dari merak sampai banyuwangi. Jalur pantura ini melewati kecamatan
Brondong dan Paciran.
Terdapat pula
2 jalan provinsi, yaitu jalan babat-jombang yang menghubungkan kecamatan babat
dengan kota jombang. Yang melewati kecamatan Babat, Modo, dan Ngimbang. juga
jalan raya mantup yang melewati kecamatan Deket, Lamongan, Tikung, Kembangbahu
dan Mantup.
Untuk
jalan kabupaten sendiri, total terdapat 87 ruas, yang menghubungkan seluruh
kecamatan di kabupaten lamongan.
3.2.2 Jembatan
Ada beberapa jembatan
penting di lamongan yang menjadi penghubung antar kabupaten-kota. Diantaranya
adalah Jembatan
Ngaglik 1 yang berada di jalan raya tuban-surabaya, jembatan ini ambles pada 29
april 2022 lalu dan sudah selesai perbaikan pada oktober lalu.
Selain itu ada jembatan plaosan di
jalan babat lamongan yang menghubungkan antara lamongan dan tuban yamg juga
ambles pada 4 november 2022 lalu
3.2.3 Pelabuhan
Adanya pelabuhan di lamongan dilatarbelakangi karena adanya demand (permintaan) angkutan penyeberangan dari Jawa Timur ke Kalimantan, Sulawesi, NTT dan NTB. ditambah letak Lamongan sendiri yang menghadap di pantai utara dengan ombak yang relatif tenang dan cocok untuk pelayaran
Beberapa diantaranya adalah Pelabuhan Angkutan Sungai, Danau
dan Penyeberangan (ASDP) paciran yang berlokasi di Desa Tunggul, Kecamatan
Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Pelabuhan ini dibangun di atas tanah
seluas 5 (lima) Ha, dan Secara resmi telah dioperasikan secara perdana pada 29
April 2013 lalu,
3.2.4 Terminal
Terdapat 1 terminal bus resmi di lamongan, yaitu Terminal Lamongan yang
merupakan terminal penumpang tipe B dan terminal bus utama yang terletak di
Kecamatan Lamongan. Lokasi terminal ini terletak tidak jauh dari beberapa spot
penting di kawasan perkotaan seperti RSUD dr. Soegiri, Alun-alun, Pasar Besar
dan Stasiun lamongan. Terminal ini terdiri dari komplek terminal bus utama di
sisi utara dan terminal mobil penumpang umum (MPU) di sisi selatan.
3.2.5 Stasiun
Terdapat 2 stasiun kereta api di lamongan
yaitu Stasiun Lamongan dan stasiun babat.stasiun lamongan terletak di
Kelurahan Banjarmendalan, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Stasiun ini
memiliki 4 jalur kereta
Stasiun
kedua adalah stasiun babat yang terletak di kecamatan babat kabupaten lamongan.
Stasiun Ini termasuk dalam daerah operasi VIII dari surabaya, dan merupakan
stasiun KA yang lokasinya paling barat di kabupaten lamongan dengan bangunan
terluas.
3.2.6 Rumah sakit
Di lamongan, terdapat 1 RSUD yang bernama RSUD soegiri yang terletak di Jl. Kusuma Bangsa No.7, Beringin, Tumenggungan, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62214.
3.3 Kondisi Properti
Pemerintah di Kabupaten Lamongan
Pada tahun ini
Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menganggarkan Rp. 200 miliar untuk
perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan dengan rincian Rp. 150 miliar dana
untuk pembangunan 41 ruas jalan sepanjang 44,54 KM dan 21 jembatan dan Rp. 50
miliar dana untuk pembebasan lahan pembangunan ringroad Utara. Serta anggaran
Rp 50,085 milyar untuk disalurkan kepada 1.431 dusun dengan besaran Rp. 35 juta
untuk setiap dusun
Selain
pembangunan jalan dan jembatan, pemerintah kabupaten lamongan tahun ini juga
mengadakan banyak proyek terkait kesehatan. Diantaranya adalah perencanaan RSUD
baru di kecamatan brondong dengan nilai kontrak Rp. 887.735.820,00. Pembangunan
puskesmas puskesmas pembantu di sumberbanjar bluluk, sambungrejo modo, jegreg
modo, sukorejo karangbinangun, gempolpenduluh glagah, kendal sekaran, sugihrejo
sukodadi, bojoasri kalitengah, dan beru sarirejo. Dengan nilai kontrak masing
masing sebesar Rp. 352.000.000,00
Selain
pembangunan puskesmas baru, pemerintah kabupaten lamongan juga melakukan
renovasi dan penambahan ruangan pada puskesmas yang sudah ada. Diantaranya
adalah puskesmas kalitengah, glagah, deket, kembangbahu, sugio, karangpilang,
ngimbang, sambeng, brondong, maduran, turi, babat, modo, dan dradah. Dengan
nilai kontrak masing masing lebih dari 1 milyar rupiah
Dari berbagai proyek tersebut, jika kita petakan persebaranya maka kita akan menemukan bahwa sebagian besar proyek tersebut berada di bagian selatan lamongan yang selama ini masih memiliki infrastruktur yang kurang memadai jika dibandingkan lamongan bagian utara dan tengah. Pembangunan berbagai infrastruktur ini membuka peluang tren pembangunan properti lain di lamongan bagian selatan yang masih memiliki banyak lahan kosong.
BAB IV: Penutup
Kesimpulan
Semakin
tumbuh suatu kota, semakin besar pula penduduknya. Peningkatan jumlah penduduk
ini menyebabkan peningkatan kebutuhan, baik itu, primer, sekunder maupun
tersier. Peningkatan kebutuhan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan
perekonomian yang semakin besar, kebutuhan properti bukan hanya sebatas untuk
hunian/residensial. Tetapi juga komersial dan infrastruktur yang
memadai/property pemerintah
Secara
umum, pasar property komersial lamongan selama 3 tahun terakhir sedang
mengalami tren penurunan. Ditandai dengan penurunan indeks harga properti
komersial surabaya, penurunan indeks harga properti gabungan lamongan dan
pengamatan lapangan yang menemukan bahwa berbagai jenis property komersial,
seperti ruko tengah mengalami oversupply karena kurangnya demand.
Sementara
itu, property pemerintah masih terus berkembang. Dimana Pada tahun ini
Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menganggarkan Rp. 200 miliar untuk
perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan. Juga dana lebih dari 20 mikiar
untuk pembangunan puskesmas dan renovasi puskesmas yang sudah ada
Dari berbagai
proyek tersebut, jika kita petakan persebaranya maka kita akan menemukan bahwa
sebagian besar proyek tersebut berada di bagian selatan lamongan yang selama
ini masih memiliki infrastruktur yang kurang memadai jika dibandingkan lamongan
bagian utara dan tengah. Pembangunan berbagai infrastruktur ini membuka peluang
tren pembangunan properti lain di lamongan bagian selatan yang masih memiliki
banyak lahan kosong.
Lalu pasar
property di lamongan berbentuk pasar persaingan tidak sempurna. Karena produk
yang ditawarkan beragam, jumlah pembeli dan penjual yang terbatas, informasi
yang tidak sempurna, dan sarat intervensi pemerintah.
Dan selanjutnya diharapkan pasar property di lamongan dapat terus berkembang dan memenuhi kebutuhan masyarakat didalamnya.
Daftar
Pustaka
Bank Indonesia. (2021). Laporan perkembangan
properti komersial.
BPK Jawa Timur. (n.d.). Kabupaten
Lamongan. Retrieved Desember 7, 2022, from jatim.bpk.go.id:
https://jatim.bpk.go.id/kabupaten-lamongan/
BPS. (n.d.). Produk Domestik Regional
Bruto (Lapangan Usaha). Retrieved Desember 7, 2022, from
https://www.bps.go.id
BPS Lamongan. (2021). Keadaan
Ketenagakerjaan Kabupaten Lamongan 2021. Retrieved Desember 7, 2022, from
https://lamongankab.bps.go.id
BPS Lamongan. (2021). Penduduk usia 15
tahun ke atas menurut Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja dan Pengangguran
di Kabupaten Lamongan 2019-2021. Retrieved Desember 7, 2022, from
https://lamongankab.bps.go.id
BPS Lamongan. (2021). Produk Domestik
Regional Bruto Kabupaten Lamongan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan
Usaha (Juta Rupiah), 2019-2021. Retrieved Desember 2022, 2022, from
https://lamongankab.bps.go.id
BPS Lamongan. (2021). Tenaga Kerja.
Retrieved Desember 7, 2022, from https://lamongankab.bps.go.id
Departemen Perhubungan. (2013). DERMAGA
PENYEBERANGAN PACIRAN, LAMONGAN AKAN SEGERA BEROPERASI. Retrieved
Desember 7, 2022, from https://dephub.go.id/
Detik. (2022). Jembatan Plaosan di
Jalan Nasional Lamongan Ambles, Ditutup Sebagian. Retrieved Desember 7,
2022, from https://news.detik.com/
Dinas Perhubungan. (n.d.). KABUPATEN
LAMONGAN DI JALAN KABUPATEN/KOTA. Retrieved Desember 7, 2022, from
https://sipanja.dishub.jatimprov.go.id/
LPSE Lamongan. (2022). Tender Proyek
Lamongan. Retrieved Desember 7, 2022, from http://lpse.lamongankab.go.id/
Pemkab Lamongan. (2022). Ratakan
Pembangunan Infrastruktur, Bupati Yes Realisasikan Program Super Prioritas
Jamula Dan Dana Dusun. Retrieved Desember 7, 2022, from
https://lamongankab.go.id/
profilpelajar. (n.d.). Terminal
Lamongan. Retrieved Desember 7, 2022, from https://profilpelajar.com/
PT KAI. (n.d.). Stasiun Babat.
Retrieved Desember 7, 2022, from https://heritage.kai.id/
PT KAI. (n.d.). Stasiun Lamongan.
Retrieved Desember 7, 2022, from https://heritage.kai.id/
Rumah.com. (2021). Indeks Harga
Properti Gabungan di Gerbangkertosusila q1 2017- q2 2021. Retrieved
Desember 7, 2022, from https://e.infogram.com/
Santoso, B. (2013). Sukses berinvestasi
tanah, rumah, dan properti komersial. Jakarta: PT. Elex Media
Komputerindo.
timesindonesia. (2022). Pengerjaan
Jembatan Ngaglik 1 Lamongan Dimulai. Retrieved Desember 7, 2022, from
https://timesindonesia.co.id/
tugujatim. (2020). Menengok “Cincin
Lawas”, Jembatan Lama Penghubung Lamongan-Tuban Peninggalan Era Kolonial.
Retrieved Desember 7, 2022, from https://tugujatim.id/
Komentar
Posting Komentar